Error message

Notice: Undefined offset: 1 in counter_get_browser() (line 70 of /home/anzschsa/public_html/mtstiq/sites/all/modules/counter/counter.lib.inc).

Peraturan Akademis

Penilaian merupakan rangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan Hasil Belajar Peserta Didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan.

Penilaian dalam KTSP bertujuan untuk mengukur pencapaian kompetensi, menggunakan acuan kriteria, menyeluruh, disesuaikan dengan pengalaman belajar, dilakukan pada kegiatan tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstruktur, Hasil penilaian ditindalklajuti.

Prinsip penilaian : Sahih (Valid), Objektif, Adil, Terpadu, Terbuka, Menyeluruh dan Berkesinambungan, sistematis, Menggunakan acuan Kriteria, serta akuntabel.

Aspek Penilaian:

  • Penilaian sikap (Afektif)

Secara umum  objek sikap yang perlu dinilai dalam proses pembelajaran adalah sikap positif terhadap materi pelajaran, guru/pengajar, proses pembelajaran, dan sikap positif berkaitan dengan nilai atau norma yang berhubungan dengan suatu materi pelajaran.

  • Penilaian pengetahuan (Kognitif)

Teknik penilaian kompetensi pengetahuan dilakukan dengan tes tulis, tes lisan, dan penugasan. Tiap-tiap teknik tersebut dilakukan melalui instrumen tertentu yang relevan. Teknik dan bentuk instrumen penilaian komptensi pengetahuan dapat dilihat pada tabel berikut:

Teknik Penilaian

Bentuk Instrumen

Tes Tulis

Pilihan ganda, isian, jawaban singkat, benar-salah, menjodohkan, dan uraian

Tes lisan

Daftar pertanyaan

Penugasan (Student Project)

Pekerjaan rumah dan/atau tugas yang dikerjakan secara individu atau kelompok sesuai dengan karakteristik tugas.

 

  • Penilaian Keterampilan (Psikomotorik)

Penilaian yang menuntut peserta didik mendemonstrasikan suatu kompetensi tertentu dengan menggunakan tes praktek, projek, dan penilaian portofolio (kumpulan seluruh karya peserta didik dalam bidang tertentu)

 

Dalam pendidikan dikenal adanya sistem Penilaian Acuan Norma (PAN) dan Penilaia Acuan Kriteria (PAK). PAK adalah penilaian yang dilakukan untuk mengetahui kemampuan siswa dibandingkan dengan kriteria yang telah dibuat terlebih dahulu. PAK berasumsi bahwa hampir semua orang bisa belajar apa saja namun dengan waktu yang berbeda, Konsekuensi dari acuan ini adalah adanya kegiatan remedial.

 

Nilai kuantitatif dengan Skala 1 – 4 (berlaku kelipatan 0,33) digunakan untuk Nilai Pengetahuan (KI-3) dan Nilai Keterampilan (KI-4). Indeks Nilai Kuantitatif dengan Skala 1 – 4 adalah:

Interval Skor

Predikat

Nilai Kompetensi (Hasil Konversi)

Pengetahuan

Keterampilan

Sikap

96 – 100

A

4.00

4.00

SB

(Sangat Baik)

91 – 95

A –

3.66

3.66

86 – 90

B +

3.33

3.33

B

(Baik)

81 – 85

B

3.00

3.00

75 – 80

B –

2.66

2.66

70 – 74

C +

2.33

2.33

C

(Cukup)

65 – 69

C

2.00

2.00

60 – 64

C –

1.67

1.67

55 – 59

D +

1.33

1.33

K

(Kurang)

≤ 54

D

1.00

1.00

 

  1. Kenaikan Kelas

Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran dengan kriteria kenaikan kelas  sebagai benkut.

  1. Dilaksanakan pada akhir Tahun Pelajaran atau setiap Semester Genap
  2. Kenaikan kelas didasarkan pada penilaian hasil belajar pada semester genap, dengan pertimbangan seluruh SK/KD yang belum tuntas pada semester ganjil, harus dituntaskan sampai mencapai KKM yang ditetapkan, sebelum akhir semester genap. Artinya, nilai kenaikan kelas harus tetap memperhitungkan hasil belajar peserta didik selama satu tahun pelajaran yang sedang berlangsung.
  3. Peserta didik dinyatakan tidak naik kelas VIII, apabila yang bersangkutan tidak mencapai ketuntasan belajar minimal, lebih dari 3 (Tiga) mata pelajaran.
  4. Peserta didik dinyatakan tidak naik kelas IX, apabila yang bersangkutan tidak mencapai ketuntasan belajar minimal, lebih dari 3 (Tiga) mata pelajaran yang bukan mata pelajaran ciri khas program, atau yang bersangkutan tidak mencapai ketuntasan belajar minimal pada salah satu atau lebih mata pelajaran ciri khas program.
  5. Peserta didik memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir tahun pelajaran untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran Jasamani, Olahraga dan Kesehatan.
  6. Kehadiran siswa minimal 85 %.